Di sisi lain, tingkat kemiskinan juga berhasil ditekan dari 15,78 persen pada 2024 menjadi 15,25 persen pada 2025, atau turun 0,53 poin persen dan melampaui target yang ditetapkan sebesar 15,43 persen.
Ketimpangan pendapatan pun membaik, tercermin dari penurunan rasio gini, serta kualitas lingkungan hidup yang juga menunjukkan peningkatan dibanding tahun sebelumnya.
Pengangguran Masih Meningkat
Meski demikian, Vanath mengakui tingkat pengangguran terbuka masih mengalami kenaikan, dari 6,11 persen pada 2024 menjadi 6,27 persen pada 2025.
“Ke depan, kita harus meningkatkan kemandirian fiskal daerah, mengarahkan belanja agar lebih produktif, serta mendorong investasi yang mampu menciptakan lapangan kerja,” katanya.
Ia juga menekankan pentingnya penguatan konektivitas antarwilayah kepulauan serta pembangunan birokrasi yang adaptif, cepat, dan berorientasi pada pelayanan publik.
Vanath menegaskan, keberhasilan pembangunan merupakan hasil kerja bersama antara pemerintah daerah, DPRD, dan masyarakat.
“Rekomendasi DPRD sangat penting sebagai bahan perbaikan pembangunan ke depan, agar setiap kebijakan benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” tutupnya.
Golkar Soroti Kesejahteraan dan Lapangan Kerja
Sebelumnya, Ketua DPD I Partai Golkar Maluku Umar Lessy, juga menyoroti potensi besar Maluku sebagai wilayah strategis maritim yang belum sepenuhnya diimbangi dengan peningkatan kesejahteraan masyarakat.









