Porostimur.com, Labuha — Sumber Daya Manusia (SDM) dari suku Bajo di Kabupaten Halmahera Selatan kembali harus gigit jari. Hingga saat ini, belum satu pun putra-putri Bajo yang dipercaya menduduki jabatan strategis setingkat Eselon II di lingkungan Pemerintah Daerah Kabupaten Halmahera Selatan.
Kondisi ini menuai sorotan publik, mengingat secara geografis dan historis, masyarakat Bajo merupakan bagian tak terpisahkan dari wilayah Halmahera Selatan. Ironisnya, minimnya keterwakilan SDM Bajo di jabatan struktural tinggi justru terjadi di tengah gencarnya narasi pemerataan dan keadilan dalam tata kelola birokrasi daerah.
Harapan yang Tak Terjawab
Sorotan ini semakin menguat karena Wakil Bupati Halmahera Selatan, Umar Muchsin, diketahui merupakan putra asal Desa Kayoa Laluin yang memiliki garis keturunan suku Bajo. Fakta tersebut awalnya memunculkan harapan di kalangan masyarakat Bajo akan adanya ruang dan perhatian lebih terhadap pengembangan serta promosi SDM lokal.
Namun, realitas di lapangan justru berbanding terbalik. Hingga kini, belum terlihat adanya representasi masyarakat Bajo di jajaran pejabat tinggi pratama.
Sejumlah kalangan menilai, ketiadaan SDM Bajo di jabatan Eselon II menunjukkan bahwa komitmen afirmasi terhadap masyarakat pesisir dan komunitas adat masih sebatas wacana.











