Jangan Biarkan Konflik Memecah Persaudaraan
Ikram mengingatkan bahwa masyarakat Halmahera Tengah merupakan satu keluarga besar yang selama ini hidup dalam kebersamaan, termasuk dalam momen-momen keagamaan.
“Kita semua bersaudara. Dalam setiap perayaan hari besar, kita selalu bersilaturahmi, saling mendukung, dan saling mendoakan. Jangan sampai peristiwa seperti ini memecah persatuan kita,” tegasnya.
Ia juga mengungkapkan keprihatinannya terhadap konflik yang dipicu oleh ego dan hilangnya rasa saling percaya.
“Peristiwa ini telah membuat kita tercerai-berai. Padahal kita masih memiliki perjalanan hidup yang panjang. Saya tidak ingin konflik ini berkepanjangan,” ungkapnya.
Dampak Konflik dan Upaya Pemulihan
Menurut Ikram, konflik tersebut berdampak luas terhadap kehidupan masyarakat, mulai dari terganggunya aktivitas, lumpuhnya perekonomian, hingga terhentinya pendidikan anak-anak.
“Kejadian ini menjadi pelajaran bagi kita semua. Aktivitas terganggu, ekonomi lumpuh, dan anak-anak tidak bisa bersekolah. Kita memiliki tanggung jawab moral untuk memperbaiki keadaan ini,” ujarnya.
Ia mengajak seluruh elemen masyarakat untuk tidak saling menyalahkan dan bersama-sama membangun kembali kepercayaan.
“Ini bukan soal siapa yang salah. Bahkan saya sebagai pimpinan daerah juga merasa bertanggung jawab. Mari kita bergandengan tangan, saling memaafkan, dan membangun kembali silaturahmi serta desa yang lebih baik,” tambahnya.











