Porostimur.com | Langgur: Kepulauan Kei, juga dikenal dengan Nuhu Evav atau Tanat Evav oleh warga setempat, merupakan gugusan pulau di Maluku Tenggara.
Bupati Maluku Tenggara, M. Thaher Hanubun kepada jurnalis Porostimur.com belum lama ini mengatakan, kepulauan ini memiliki sejumlah daya tarik wisata.
“Kepulauan Kei punya 112 pulau dengan 76 destinasi wisata. Terkenal dengan pantainya yang berpasir halus dan budaya-budaya yang ada di sana,” ungkap Hanubun.
Hukum adat masyarakat Kepulauan Kei
Salah satu daya tarik wisata di Kepulauan Kei adalah adat istiadat, yakni Hukum Larvul Ngabal.
“Bisa dibilang hukum Pancasila sebelum adanya Undang-undang Dasar dan Pancasila masuk ke Indonesia. Dulu masyarakat berpatokan ke situ,” tutur Hanubun.
Mengutip National Geographic, Hukum Larvul Ngabal merupakan hukum adat yang menjunjung tinggi nilai kemanusiaan yang dipegang teguh oleh masyarakat Kepulauan Kei.
Punya makanan tradisional yang unik
Thaher Hanubun mengatakan, Kepulauan Kei memiliki berbagai macam makanan tradisional khas daerah tersebut. Salah satunya adalah embal atau singkong pahit.
Embal, mengutip situs resmi Dinas Pariwisata Kabupaten Maluku Tenggara, merupakan makanan yang diolah dari tanaman ubi kayu atau singkong.










