113 Tahun Eksploitasi, Kontribusi Migas Dinilai Tak Seimbang
Engelina Pattiasina mengatakan, Blok Bula merupakan salah satu wilayah kerja migas tertua di Indonesia. Eksploitasi minyak di kawasan tersebut telah berlangsung sejak era Hindia Belanda, berlanjut pada masa Jepang, hingga kini dioperasikan kontraktor Kalrez Petroleum (Seram) Ltd.
Namun, menurut Engelina, panjangnya sejarah eksploitasi itu belum memberikan dampak signifikan terhadap kesejahteraan masyarakat Seram Bagian Timur.
Ia merujuk data resmi pemerintah yang menunjukkan kontribusi sektor migas terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) SBT hanya sebesar 2,23 persen pada 2025.
“Ini hampir tidak berdampak apa-apa,” kata Engelina.
Kecilnya kontribusi migas juga terlihat dari angka DBH Migas yang diterima SBT. Engelina menyebut DBH Migas untuk SBT pada 2024 sebesar Rp1,85 miliar dan meningkat menjadi Rp2,43 miliar pada 2025.
Dana tersebut, kata dia, disalurkan sekitar Rp200 juta setiap termin.
Jika seluruh DBH sumber daya alam diperhitungkan, nilainya disebut berada di kisaran Rp25 miliar. Sementara kontribusi DBH minyak bumi disebut hanya sekitar 0,2–0,3 persen dari total pendapatan daerah SBT.
Di tengah angka tersebut, persoalan lain yang lebih besar adalah tidak adanya Participating Interest (PI) 10 persen yang dinikmati daerah.









