Keluarga salah satu jemaah berinisial NM mengatakan para jemaah tersebut berangkat tidak melalui program haji reguler, tetapi melalui travel berinisial R menggunakan visa ziarah.
“Mereka menggunakan visa ziarah, yang biasanya hanya untuk umrah. Namun, mereka ingin melaksanakan keduanya, lalu mereka berangkat melalui travel R dan membayar sekitar Rp 200 juta kepada pemilik travel,” ungkap NM saat ditemui Beritasulsel yang merupakan network Beritasatu.com, di Kabupaten Sidrap, Jumat (14/6/2024).
Pada 2023 lalu, kata NM, puluhan jemaah berhasil diberangkatkan oleh travel R tersebut meski hanya menggunakan visa ziarah. Untuk itu, pada tahun ini travel tersebut berani membawa ratusan jemaah lagi.
“Tahun lalu ada 40 orang yang diberangkatkan oleh travel ini (R) dan mereka lolos, maka tahun ini travel ini membawa lagi ratusan jemaah dari Sidrap. Namun, kali ini pihak Arab Saudi memperketat pengawasan sehingga mereka tertangkap,” jelasnya.
NM menjelaskan pemilik travel R menawarkan jemaah menggunakan visa ziarah atau paket umrah saja, sehingga mereka bisa berangkat haji tanpa menunggu lama, seperti haji reguler bertahun-tahun.
Para jemaah diberangkatkan dari Sidrap lebih awal daripada haji reguler. Setelah tiba di Arab Saudi, jemaah melaksanakan ibadah arbain di Madinah, selanjutnya dibawa ke Makkah untuk beribadah.










