Porostimur.com, Ambon – Pemerintah Provinsi Maluku mendorong pembangunan kependudukan tidak berhenti sebatas data dan dokumen perencanaan, tetapi harus menjadi strategi konkret untuk mengubah bonus demografi menjadi kekuatan pembangunan daerah.
Pesan tersebut disampaikan Sekretaris Daerah (Sekda) Provinsi Maluku Sadali Ie, saat menghadiri kegiatan Implementasi Pergerakan Kampung Keluarga Berkualitas dalam Mendukung Kapitalisasi Bonus Demografi melalui Skema Peta Jalan Pembangunan Kependudukan Provinsi Maluku Tahun 2026, di Aula Gedung BKKBN Maluku, Selasa (1/9/2026).
Menurut Sadali, Maluku saat ini berada dalam momentum penting karena memiliki proporsi penduduk usia produktif yang cukup besar. Kondisi tersebut harus dikelola melalui peningkatan kualitas manusia dan keluarga.
“Bonus demografi tidak serta-merta menjadi keuntungan. Bonus demografi harus dikapitalisasi melalui pembangunan manusia yang berkualitas, peningkatan kualitas keluarga, pendidikan, kesehatan, keterampilan, produktivitas, kesempatan kerja, perlindungan sosial, serta lingkungan yang mendukung tumbuh dan berkembangnya keluarga berkualitas,” kata Sadali.
Bonus Demografi Bisa Jadi Tantangan
Sadali mengingatkan, besarnya jumlah penduduk usia produktif tidak otomatis menjadi keuntungan apabila pemerintah tidak mampu menyiapkan kualitas sumber daya manusia dan lapangan pekerjaan yang memadai.










