FGD Cegah Radikalisme, Terorisme dan Anti Pancasila di Wilayah Polda Maluku Tahun 2020

oleh -99 views
Link Banner

Porostimur.com | Ambon: Direktur Pembinaan Masyarakat (Dir Bimas) Polda Maluku, Kombes Pol. Drs. Andi Ervyn S.I.K.,  S.H., M.H., menghadiri sekaligus membuka giat FGD Cegah Radikalisme yang bertempat di lantai 5 Hotel Manise Ambon, Selasa (18/8/2020).

Hadir dalam Focus Group Discussion (FGD), Kepala Sat Pol PP, Perwakilan dari masing-masing Dinas Perhubungan, Dinas Infokom Prov. Maluku, Dinas Pencatatan Sipil Prov Maluku, Dinas Pemuda dan Olahraga, Camat Nusaniwe, Camat Teluk Ambon, Camat Sirimau, Camat Baguala Ambon, Para Tokoh Agama, Tokoh Adat, dan Tokoh Pemuda dan Tokoh-tokoh Perempuan. Sedangkan dari Dit Binmas sendiri dihadiri AKBP Oli Hanoatubun, (KBO Dit Binmas Polda Maluku), AKBP Jhon Watimena (Kasubdit Bintibluh Dit Binmas Polda Maluku).

Baca Juga  10 Suku Israel Kuno Hilang Masih Misteri, Kini Tinggal 2 Suku dari Kerajaan Yehuda

Giat FGD cegah radikalisme dan terorisme ini diawali dengan pelaporan oleh perwira yang ditunjuk, menyanyikan lagu indonesia raya dan dilanjutkan dengan amanat yang disampaikan oleh Dir Binmas Polda Maluku.

Dalam amanatnya, Dir Binmas menyampaikan bahwa FGD ini adalah program Polri yang diprakarsai oleh Direktorat Binmas untuk menjembatani masyarakat dalam rangka mencari solusi pemecahan permasalahan dan isu-isu yang sering beredar di masyarakat.

Kegiatan Focus Group Discussion ini turut di undamg  2 Orang narasumber yakni Ketua FKT Maluku, Abdul Rauf M.Ag. dan Banda Maluku Agus Made. Kemudian bertindak sebagai moderator pada acara focus group discussion FGD ini yaitu Zein dari RRI/TVRI Ambon. Untuk jumlah peserta yang hadir dalam FGD ini sebanyak 60 orang peserta dan 6 anggota dari Dit Binmas Polda Maluku.

Baca Juga  Veronica Koman Temui Parlemen Australia Bahas Persoalan Papua

Adapun hasil yang diambil dalam FGD yaitu pancasila sebagai dasar negara indonesia, mengantisipasi bahaya era digitalisasi dalam memecah belah persatuan bangsa maka dianjurkan bijaklah dalam bermedia sosial, Pancasila sebagai sumber dari segala sumber hukum, pancasila sebagai dasar negara dan filosofi bangsa indonesia. (keket)