45 Liter Sopi Kembali Terjaring Dalam Operasi Pekat Polres Tanimbar

oleh -34 views
Link Banner

Porostimur.com – Saumlaki: Sekitar 45 liter minuman keras tradisional jenis Sopi, kembali diamankan Petugas Operasi Pekat Siwalima tahun 2021 Polres Kepulauan Tanimbar dihari keempat, Senin (8/11/2021).

Personil Operasi Penyakit masyarakat (Pekat) Siwalima tahun 2021 yang terlibat dalam surat perintah Kapolres Kepulauan Tanimbar dengan nomor : Sprin/1375/XI/Ops.1.3/2021, tanggal 01 November 2021, kembali lakukan kegiatan Operasi dihari keempat dengan lokasi seputar kota Saumlaki dan sekitarnya yaitu, pengeringan dan pasar, pelabuhan kapal motor di pelabuhan pengeringan, sepanjang jalan Mathilda Batlayeri, lapangan Mandriak, desa Sifnana, pasar Omele dan pelabuhan pasar Omele dan sepanjang Jln. Ir. Soekarno Saumlaki.

Hasil dari pelaksanaan Operasi Pekat dihari keempat yang dilakukan, kembali diamankan minuman keras tradisional Jenis Sopi sekitar 45 liter di beberapa Kapal Motor yang berasal dari Kecamatan Selaru, Kabupaten Kepulauan Tanimbar.

Baca Juga  Tim Sepatu Roda Sumbang Medali Perdana Bagi Kontingen Malut di PON Papua

Selain kegiatan razia minuman keras yang dilakukan, juga dilakukan tindakan Preventif dan Preemtif berupa Pembinaan dan edukasi secara dialogis dan humanis tentang Pentingnya Penerapan Protokol kesehatan Covid-19 dalam kehidupan sehari-hari terhadap kerumunan masyarakat yang tidak mematuhi Protokol kesehatan yang ditemukan di kompleks Pasar Omele Sifnana.

Kegiatan Operasi Pekat dihari keempat ini, dipimpin oleh KBO Sat Samapta Iptu A. Titirloloby dengan turut dihadiri oleh Kabag SDM Kompol L. Laratmase, S.H., selaku ketua Tim dan Kabag Ren Kompol M. Uwaubun selaku Wakil ketua Tim regu II Operasi.

Terhadap kegiatan yang dilakukan, Kabag SDM selaku ketua Tim regu II Operasi menyampaikan bahwa, walaupun dilakukan kegiatan Razia namun pelaksanaannya tetap mengutamakan tindakan humanis dan dibarengi dengan tindakan Preventif dan Preemtif di lapangan.

Baca Juga  Siap Aksi Besar Tolak RUU HIP, MUI: Hidup Mulia atau Mati Syahid

“Kita dalam melakukan kegiatan tetap secara humanis walaupun ada razia, selain itu terhadap para Pelaku yang terjaring selain barang bukti yang kita amankan, kita juga melakukan kegiatan preventif dan preemtif dalam rangka membina para pelaku ini untuk tidak lagi mengulangi perbuatannya,” katanya. (jefri)