Porostimur.com, Ambon – Provinsi Maluku kembali menempati peringkat 10 besar provinsi termiskin di Indonesia tahun ini. Berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) per Maret 2025, angka kemiskinan di Maluku tercatat sebesar 16,05 persen, jauh di atas rata-rata nasional yang berada di angka 9,03 persen.
Meski mengalami sedikit penurunan dibandingkan tahun sebelumnya (16,23 persen), data ini menunjukkan bahwa Maluku masih menghadapi tantangan sosial dan struktural yang mendalam.
Berikut ini lima faktor utama penyebab Maluku belum keluar dari belenggu kemiskinan yang berhasil kami rangkum dari berbagai sumber:
1. Karakter Kepulauan dan Ketimpangan Infrastruktur
Dengan 1.340 pulau besar dan kecil, Maluku menghadapi tantangan geografis unik yang menyulitkan pembangunan merata. Banyak wilayah seperti Maluku Barat Daya dan Kepulauan Aru masih minim infrastruktur dasar seperti jalan, listrik, air bersih, dan layanan kesehatan.
Beban logistik sangat tinggi, pelayanan publik terbatas, dan pembangunan belum merata, menjadi hambatan utama menurunkan kemiskinan secara merata di seluruh Maluku
2. Rendahnya Kualitas SDM dan Pendidikan
Indeks Pembangunan Manusia (IPM) Maluku masih tertahan di angka 69,47, di bawah rata-rata nasional. Masih banyak anak usia sekolah di pedesaan dan kepulauan yang mengalami putus sekolah.
Penelitian lokal menyebutkan bahwa 87 persen balita di Maluku hidup dalam kekurangan gizi dan kemiskinan multidimensi. Rendahnya akses pendidikan dan keterampilan membuat masyarakat kesulitan masuk ke sektor ekonomi yang produktif.










