3. Ayahnya Diculik Komunis
Terdapat kisah yang menyebutkan jika ayah Umar yang merupakan seorang pendakwah, diculik oleh golongan komunis setelah sholat Jum’at. Sejak saat itu ayahnya sudah tak pernah terlihat lagi.
Dari sini Umar menganggap bahwa tanggung jawab untuk meneruskan pekerjaan yang dilakukan ayahnya dalam bidang dakwah harus dilanjutkan. Sejak saat itu, ia mulai mengumpulkan orang-orang dan membentuk majelis-majelis dakwah.
4. Tokoh Muslim Paling Berpengaruh di Dunia
Dalam The Muslim 500, nama Umar bin Hafidz masuk ke dalam daftar muslim paling berpengaruh di dunia. Umar berada di posisi 11, tepat di bawah Mohammed bin Salman yang menempati posisi 10.
Membuktikan bahwa dirinya merupakan salah satu pendakwah populer di dunia. Namun kepopuleran dan ketenaran yang didapat oleh Umar tidak mengurangi usaha pengajarannya.
5. Pertama ke Indonesia di Tahun 1994
Ulama asal Yaman ini pertama kali ke Indonesia pada tahun 1994. Kala itu, dia diutus oleh Abdul Qadir bin Ahmad Assegaf yang berada di Jeddah untuk mengingatkan dan menggugah ghirah (semangat atau rasa kepedulian) para Alawiyyin Indonesia.
Ketika di Indonesia, Umar sudah beberapa kali membuat kerjasama dengan berbagai pihak bahkan pemerintah Indonesia. Kunjungan terbarunya ke Tanah Air sendiri terjadi pada tahun 2023, tepatnya di Kota Palangkaraya.









