6 Kerajaan Fiktif di Indonesia Bikin Geger, dari Angling Dharma hingga Ubur-Ubur

oleh -70 views
Link Banner

Porostimur.com – Jakarta: Baru-baru ini masyarakat dihebohkan dengan kemunculan kerajaan fiktif. Sebut saja Kerajaan Angling Dharma. Meski terlihat tak masuk akal, kerajaan-kerajaan fiktif ini mampu meyakinkan masyarakat untuk bergabung.

Berikut beberapa kerajaan fiktif yang pernah muncul di Indonesia:

1. Kerajaan Angling Dharma

Warga Pandeglang dihebohkan dengan kemunculan kerajaan Angling Dharma. Kerajaan ini dipimpin oleh Raja bergelar Baginda Sultan Iskandar Jamaludin Firdaus. Dia mengklaim mempunyai keturunan dari berbagai kerajaan dan kesultanan di Indonesia. Bangunan rumah megah berwarna kuning dan hijau tua disebut sebagai istana.

Baginda dianggap sebagai raja yang adil dan bijaksana oleh para pengikutnya. Dalam istana tersebut terdapat bangunan yang bertuliskan gudang duit dengan tanda sembilan bintang. Baginda dikenal sebagai orang kaya raya yang senang membantu warga kurang mampu.

2. Sunda Empire

Pada Januari 2020, masyrakat dihebohkan dengan kemunculan Sunda Empire. Sunda Empire mempunyai tiga petinggi, yaitu Nasri Banks (Perdana Menteri Sunda Empire), Raden Ratna Ningrum (Ratu Sunda Empire yang juga istri dari Nasri Banks), Ki Ageng Rangga Sasana (Sekretaris Jenderal Sunda Empire). Karena menimbulkan keresahan masyarakat, ketiga petinggi tersebut ditangkap polisi dan ditetapkan sebagai tersangka.

Baca Juga  PAD 2017, Panca Karya belum ”nyetor” ke kas daerah

Aktivitas Sunda Empire mulai terkuak pada 2017. Sunda Empire mengklaim sebagai perkumpulan yang mengatur pemerintahan dunia. Kelompok ini juga memprediksi pemerintahan dunia akan berakhir pada 15 Agustus 2020.

3. Keraton Agung Sejagat

Keraton Agung Sejagat didirikan 2018, mempunyai seorang Raja bernama Totok Santosa Hadiningrat. Sedangkan Ratunya bernama Dyah Giatrja. Keraton Agung Sejagat memiliki istana yang berada di Desa Pogung Juru Tengah, Kecamatan Bayan, Purworejo, Jawa Tengah.

Kelompok ini mengklaim sebagai induk dari seluruh negara di dunia. Saat ini Keraton Agung Sejagat berhenti setelah pimpinannya diamankan oleh pihak kepolisian. Mereka diduga melakukan praktik penipuan melalui Keraton Agung Sejagat yang didirikan.

4. Kerajaan Ubur-ubur

Baca Juga  Anggaran Pembangunan Jaringan Irigasi pada APBD-P Kepulauan Sula Tahun 2019 Tuai Polemik

Kerajaan Ubur-ubur didirikan oleh sepasang suami istri, Rudi dan Aisyah. Kerajaan ini muncul di Serang, Banten pada 2008. Kehebohan dibuat sang istri, ia mengaku sebagai Ratu Kidul yang menganut agama Sunda Wiwitan yang mengakui Alquran dan Allah SWT. Kelompok ini menyebut Nabi Muhammad merupakan perempuan. Mereka juga mengatakan bahwa Kakbah bukan kiblat umat Muslim melainkan tempat pemujaan berhala.

Pengikut dari Kerajaan Ubur-ubur diamankan oleh pihak kepolisian. Sedangkan Ratu Kerajaan Ubur-ubur divonis 5 bulan penjara.

5. Tahta Suci

Tahta Suci dipimpin Lia Eden. Ia mengaku mendapatkan wahyu dari malaikat Jibril. Ia menganggap dirinya sebagai Imam Mahdi. Pada 1999, ia bersama 75 orang jemaah Salamullah menggelar ritual perang melawan Ratu Pantai Selatan Nyi Roro Kidul. Tujuannya untuk membasmi Nyi Roro Kidul yang dianggap sebagai lambang kemusyrikan. Pada 2000, mendeklarasikan agama baru, Salamullah, sebagai penyatuan dari semua agama yang ia pelajari.

Baca Juga  Dilaporkan Novel dkk, Ini Daftar Dugaan Pelanggaran Pimpinan KPK

Lia Eden meninggal dunia pada 11 April 2021. Pengikutnya menyatakan bahwa meskipun Lia Eden meninggal dunia, ajaran Lia Eden akan tetap ada.

6. Kandang Wesi Tunggul Rahayu

Kelompok Kandang Wesi Tunggul Rahayu berpusat di Garut. Kandang Wesi Tunggul Rahayu menerbitkan uang sendiri yang digunakan untuk alat transaksi sesama anggotanya. Mereka juga diduga mengubah bentuk burung garuda yang merupakan lambang Negara Kesatuan Republik Indonesia . Lambang burung garuda dibuat dengan menghadap ke depan. Serta bagian kepala ditambah dengan mahkota.

Pada 08 September 2020, kelompok ini mendaftarkan ke kantor Kesatuan Bangsa Politik dan Perlindungan Masyarakat (Kesbangpolinmas) Kabupaten Garut. Pihak Kesbangpolinmas, ingin mengklarifikasi penggunaan lambang buruda garuda tersebut. Namun pihak Kandang Wesi Tunggul Rahayu tidak kunjung datang.

(red/okezone)