60 Organisasi Pers Minta Israel Dihukum Atas Pembunuhan Jurnalis di Gaza

oleh -107 views

Organisasi-organisasi tersebut menguraikan delapan tindakan yang diambil oleh Israel yang memerlukan tanggapan mendesak dari UE. Mereka menyoroti pembunuhan yang ditargetkan terhadap jurnalis, larangan akses media independen ke Gaza, dan penahanan sewenang-wenang terhadap jurnalis yang mencapai rekor tertinggi.

Sejak agresi militer Israel ke wilayah Gaza pada 7 Oktober 2023, militer Israel diduga melakukan pembunuhan terhadap lebih dari 120 jurnalis dan pekerja media Palestina di Gaza. 49 jurnalis juga dilaporkan ditangkap dan ditahan secara sewenang-wenang.

Surat tersebut juga menyoroti tuduhan penyiksaan, penghilangan paksa, dan sensor signifikan di Israel dan wilayah Palestina yang didudukinya.

Dampak kumulatif dari pelanggaran-pelanggaran ini, kata surat itu, adalah menciptakan kondisi yang kondusif bagi propaganda dan informasi yang salah, yang pada akhirnya merusak jalan menuju perdamaian dan keamanan.

Pada bulan Januari 2024, Israel membunuh Hamza Dahdouh, putra tertua Wael Dahdouh, kepala biro Bahasa Arab Al Jazeera di Gaza, yang juga seorang jurnalis. Sementara di bulan Oktober 2023, Israel telah membunuh istri Dahdouh, putranya yang berusia 15 tahun, putrinya yang berusia tujuh tahun, dan cucunya yang masih balita dalam serangan udara.

No More Posts Available.

No more pages to load.