Allah Swt berfirman dalam surah Ali Imran ayat (190):
اِنَّ فِىۡ خَلۡقِ السَّمٰوٰتِ وَالۡاَرۡضِ وَاخۡتِلَافِ الَّيۡلِ وَالنَّهَارِ لَاٰيٰتٍ لِّاُولِى الۡاَلۡبَابِ
Inna fii khalqis-samawati wal-ardi wakhtilafil-laili wan-nahaari la’ayaatil li’ulil-albab.
Artinya: “Sesungguhnya dalam penciptaan langit dan bumi, dan silih bergantinya malam dan siang terdapat tanda-tanda bagi orang-orang yang berakal”.
Dalam perspektif sains modern, pergantian siang dan malam terjadi karena bumi berputar pada porosnya. Namun bagi umat Islam, fenomena ini bukan hanya proses fisika semata, melainkan bukti keteraturan alam semesta yang menunjukkan kebesaran Allah Swt sebagai pengatur seluruh ciptaan-Nya.
2. Teori big bang dan awal mula alam semesta
Salah satu topik yang paling sering dibahas dalam hubungan antara Al-Qur’an dan sains adalah teori big bang. Teori ini menjelaskan alam semesta pada awalnya merupakan satu kesatuan yang sangat padat dan panas.
Kemudian terjadi ledakan besar yang memicu perluasan alam semesta hingga membentuk galaksi, bintang, planet, dan berbagai objek kosmik yang dikenal saat ini.
Teori big bang baru berkembang pada abad ke-20 setelah para ilmuwan menemukan bukti alam semesta terus mengembang. Temuan tersebut salah satunya dikaitkan dengan pengamatan astronom Edwin Hubble.
Jauh sebelum teori tersebut muncul, Al-Qur’an telah memuat ayat yang sering dikaitkan dengan konsep tersebut. Allah Swt berfirman dalam surah Al-Anbiya ayat (30):









