Porostimur.com, Ambon – Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat, angka harapan hidup (AHH) saat lahir di Provinsi Maluku terus mengalami peningkatan dalam sepuluh terakhir. Ini berarti kualitas kesehatan di Maluku terus mengalami perbaikan sejak 2010-2022.
Pada 2010, AHH saat lahir di Maluku tercatat sebesar 64,46 tahun. Angkanya meningkat menjadi 64,45 tahun pada 2022. Rata-rata kenaikan AHH di Sumatera Barat mencapai 0,25% setiap tahunnya.
Kota Ambon merupakan wilayah yang memiliki AHH tertinggi di Provinsi Maluku, yakni 71,00 tahun pada 2022. Kabupaten Maluku tengah dan Kabupaten Buru menempati posisi berikutnya dengan AHH masing-masing sebesar 66,73 tahun dan 66,72 tahun.

Sementara, Kabupaten Serab Bagian Timur (SBT) adalah wilayah yang memiliki AHH terendah di Provinsi Maluku, yaitu 60,06 tahun. Di atasnya ada Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) dan Kabupaten Pasaman dengan AHH berturut-turut sebesar 62,25 tahun dan 62,98 tahun.
Adapun, angka kesakitan di Sumatera Barat mengalami tren yang fluktuatif. Pada 2020, angka kesakitan tercatat sebesar 14,39%, naik 6,28 poin dari tahun sebelumnya yang sebesar 13,54%.
Sumatera Barat memiliki 278 puskesmas yang tersebar di seluruh kabupaten/kota. Jumlah ini meningkat sebanyak tiga unit dibandingkan pada 2018. Kabupaten Padang Pariaman menjadi wilayah yang memiliki jumlah Puskesmas terbanyak yakni 25 unit. (red)









