Kesuksesan dakwah Nabi Muhammad SAW tidak hanya bertumpu pada keteladanan pribadi beliau, tetapi juga pada kontribusi para sahabat yang menjadi penggerak utama di tengah masyarakat. Salah satu figur penting dalam fase awal pembentukan basis umat Islam adalah Sa’ad bin Ar-Rabi’, sahabat Anshar yang memiliki pengaruh besar di Yatsrib.
Salah satu titik balik kaum muslimin berhasil membangun basis massa yang kuat terjadi ketika Rasulullah SAW melakukan kontrak politik dengan penduduk Yatsrib. Wilayah yang lama dilanda konflik antara suku Aus dan Khazraj ini kemudian mencatat peristiwa bersejarah yang dikenal sebagai Bai’at Aqabah.
Dalam rombongan Yatsrib yang datang menemui Rasulullah SAW terdapat dua belas orang, dan salah satunya adalah Sa’ad bin Ar-Rabi’.
Sa’ad bin Ar-Rabi’ dikenal sebagai pemuka suku Khazraj dengan latar belakang sosial yang terpandang. Putra dari Hazilah binti ‘Anbah bin ‘Amr ini juga termasuk golongan terdidik yang mampu membaca dan menulis, menjadikannya sosok berpengaruh baik secara sosial maupun intelektual dalam sejarah Islam.
Diceritakan dalam buku Kisah Teladan 20 Sahabat Nabi untuk Anak oleh Hamid Ahmad Ath-Thahir, terdapat cerita menarik tentang Sa’ad bin Ar-Rabi’ dengan Abdurrahman bin Auf. Cerita ini terjadi setelah Nabi Muhammad SAW mempersaudarakan Sa’ad bin Ar-Rabi’ dengan Abdurrahman bin Auf.









