Porostimur.com, Tel Aviv – Hasil jajak pendapat terbaru mengungkap pukulan telak bagi kepemimpinan Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu. Sebanyak 92 persen warga Israel menilai Iran justru keluar sebagai pemenang dalam konflik terbaru dengan Israel dan Amerika Serikat (AS).
Survei yang dilakukan Hebrew University of Jerusalem ini mencerminkan merosotnya kepercayaan publik terhadap pemerintah, terutama setelah penandatanganan perjanjian antara Iran dan AS yang kini masih berlanjut dalam proses negosiasi di Swiss.
Mayoritas Nilai Perang Gagal
Data survei menunjukkan sentimen publik yang dominan negatif terhadap hasil perang. Sebanyak 83 persen responden menilai kampanye militer tersebut justru melemahkan keamanan jangka panjang Israel.
Sementara itu, 86 persen responden mengaku tidak puas dengan hasil akhir konflik.
Bahkan, hampir 88 persen warga Israel menilai pemerintah gagal mencapai tujuan utama perang, termasuk menghancurkan program nuklir dan rudal balistik Iran serta menggoyahkan rezim di Teheran.
Sebanyak 56 persen responden secara tegas menyebut manajemen Netanyahu dalam perang tersebut buruk atau gagal total.
Kepercayaan Publik Tergerus
Tingkat kepercayaan terhadap Netanyahu juga mengalami penurunan signifikan. Survei mencatat 72,5 persen warga tidak percaya pada klaim pemerintah bahwa Israel telah memperoleh keuntungan strategis dari perang tersebut.









