INDONESIA dan Afrika Selatan memang berjarak ribuan kilometer, terpisah samudera dan bertempat di benua yang berbeda.
Lalu pernahkah terbayangkan kalau ternyata ada Makassar lain yang bukan di Sulawesi Selatan, tapi di luar negeri? Ternyata memang ada. Tempat itu dikenal dengan Macassar Town di Afrika Selatan.
Bahkan penduduknya yang kebanyakan berkulit hitam itu ada yang mengoleksi pernak-pernik Indonesia, seperti lukisan Sultan Hasanuddin, hiasan kapal pinisi, dan peta Indonesia.
Berawal dari sosok Syekh Yusuf Al-Makassari
Eksistensi Macassar Town tidak lepas dari seorang ulama dari Gowa, Sulawesi Selatan yang dibuang oleh pemerintah Kolonial Belanda ke Cape Town, Afrika Selatan pada tahun 1693.
Memiliki nama lengkap Tuanta Salamka ri Gowa Syekh Yusuf Abul Mahasin Al-Yaj Al-Khalwaty Al-Makassary, ia populer dengan nama yang lebih pendek yaitu Syekh Yusuf Makassari atau Syekh Yusuf saja. Ada juga versi lain yang menyebut Abadin Tadia Tjoessoep.
Daerah yang pernah jadi pengasingan Syekh Yusuf di Cape Town itu kemudian menjadi sebuah kota kecil yang disebut Macassar.
Kota seluas 28,85 km2 itu juga memiliki nama-nama jalan yang bernuansa Indonesia, seperti Kramat Road, Sheikh Yusuf Road, dan Macassar Road.









