Oleh: Syaiful Bahri Ruray, mantan Ketua Umum HMI Cabang Manado
TARIK-menarik saling merebut pengaruh sebagai tuan rumah Munas Kahmi XI masih terus berlangsung antara Sulawesi Tengah atau Sulawesi Utara. Sejumlah pihak diminta masing-masing pendukung tuan rumah untuk menyampaikan dukungannya. Mulai gubernur, bupati dan tokoh masyarakat diminta dukungannya. Salah satunya Ahmad Ali, Ketua Fraksi Nasdem DPR RI. Di mata saya, sosok Ahmad Ali wajib baginya mendukung kota Palu Sulawesi Tengah sebagai tuan rumah Munas Kahmi XI. Justeru aneh jika beliau mendukung wilayah lain di luar Palu, daerah kelahirannya. Selain itu, ia adalah alumni HMI Palu dan Sulteng adalah dapil politiknya. Nakh, Manado yang ada di ujung utara pulau Sulawesi adalah terra icognita, daerah ujung, limit teritorial negara tempat dimana pertarungan dakwah syiar Islam yang menjadi elan vital misi HMI/Kahmi didakwahkan.
Mengapa Sulawesi Utara? Karena wilayah ini didiami oleh mayoritas kaum Nasrani terbesar di timur Nusantara. Walikota Manado sendiri adalah seorang warga keturunan beragama Khong Hu Chu. Mungkin ia adalah walikota Khong Hu Chu pertama di Indonesia yang memimpin sebuah wilayah dengan basis Kristen Protestan dominan. Ia juga seorang lulusan Amerika Serikat, yang pulang ke Indonesia, saat Indonesia dilanda krisis moneter 1998, karena dampak resesi global 1987 tersebut.










