Rusia Bawa Isu Nazisme Tetapi Tokoh Neo-Nazi Jadi Aset

oleh -124 views

Porostimur.com, Jakarta – Gelombang demonstrasi antiperang yang terjadi di penjuru Rusia digerakkan oleh anak-anak muda meski berhadapan dengan tindakan keras aparat keamanan. Ini menunjukkan menyatunya aspirasi kemuakan generasi muda terhadap politik ekspansif Presiden Vladimir Putin.

“Mau diakui atau tidak, saat ini Presiden Putin yang dulu populer sebagai pemimpin yang mampu menjadi panglima kebangkitan Rusia kini dikelilingi orang-orang seusianya. Dia hanya populer bagi generasi tua. Suka tidak suka, ini alarm bagi Putin dan partainya menuju Pemilu Rusia pada 2024,” tutur pengamat komunikasi dari Sekolah Pascasarjana Universitas Sahid, Algooth Putranto, dalam keterangan resmi, Sabtu (19/3).

Generasi penggerak demonstrasi tersebut tentu saja bukan anak-anak muda yang dahulu mengelu-elukan Putin di masa kebangkitan Rusia. Secara alami, generasi Rusia pendukung Putin tersebut seiring waktu menua dan semakin lelah.

Baca Juga  Sari Yuliati Terpilih Aklamasi sebagai Ketua Umum Kosgoro 1957 Periode 2026–2031

Generasi muda Rusia tersebut ada di usia 18-24 tahun yang secara umum ialah kelompok tech savvy sehingga sangat terpapar nilai-nilai demokrasi. Seperti generasi muda di tempat lain, generasi ini sangat menentang perang yang dilakukan di Ukraina.

Keterlibatan generasi muda ini dapat dimaklumi terutama karena sampai saat ini Rusia menerapkan wajib militer. Di Rusia, diberlakukan 12 bulan wajib militer untuk semua warga negara pria berusia 18-27 tahun bertugas selama satu tahun.