“Partai Persatuan Slavia Ukraina adalah cabang organisasi Persatuan Nasional Rusia (RNU) yang merupakan organisasi Neo-Nazi. Tahun 2014, anggota RNU bergabung dengan pasukan pro-Rusia di Ukraina selama perang di Donbass. Jadi aneh kalau alasan mencegah nazisme dipakai Rusia,” ujarnya.
Algooth menjelaskan RNU adalah buah frustasi kesulitan ekonomi dan sosial yang dihadapi Rusia selama pembubaran Uni Soviet di tahun 1990-an. Gerakan RNU resmi berdiri pada pada 16 Oktober 1990 sebagai sempalan dari Front Patriotik Nasional.
“Pendirinya Alexander Barkashov yang ultra-nasionalis. Pada bulan Maret dan Mei 2014 dia pindah ke Ukraina Timur dan tinggal di Donetsk. Anaknya Barkashov bergabung dalam pasukan pro-Rusia di Ukraina,” tuturnya.
Anggota RNU dikenali dengan seragam hitam dengan mengadopsi lambang swastika merah dan putih dan secara terbuka menyatakan kekaguman terhadap sosialisme nasional Jerman dan perayaan publik kebangkitan Nazi, meskipun organisasi tersebut secara resmi menolak dukungan apapun untuk ideologi Nazi.
Gerakan ini menganjurkan pengusiran non-Rusia dan peningkatan peran lembaga tradisional Rusia seperti Gereja Ortodoks Rusia. Kelompok ini aktif tidak hanya di Rusia, tetapi juga di Estonia, Latvia, Lituania, dan Ukraina.





