Presiden Putin pada 2019 juga pernah menyatakan melibatkan wamil dalam pertempuran masa kini yang didominasi teknologi merupakan hal yang tidak relevan. Namun pada kenyataannya beberapa wajib militer telah ditangkap oleh pasukan Ukraina.
Kondisi itu semakin buruk dengan tindakan pihak Ukraina dengan menyebarluaskan rekaman video tentara Rusia yang tertangkap sedang menangis dan kelaparan sehingga dibantu diberi makan oleh masyarakat Ukraina.
“Rekaman ini tentu meruntuhkan moral generasi muda Rusia yang terkena wajib militer. Ini jelas meruntuhkan moral anak-anak muda Rusia yang sejak 2019 cenderung kurang mempercayai Presiden Putin,” tuturnya.
Indikasi ketidaksukaan generasi muda yakni mengerasnya aksi-aksi demonstrasi di Rusia yang semakin solid pada 2021 ketika mereka menggerakkan demonstrasi di banyak wilayah Rusia dengan isu antikorupsi.
Bawa Isu Nazisme tetapi Tokoh Neo-Nazi Menjadi Aset

Upaya Rusia menggunakan isu mencegah tumbuhnya paham nazisme sebagai pembenaran invasi terhadap Ukraina ternyata adalah alasan yang dibuat-buat karena justru tokoh Neo-Nazi menjadi aset mereka sejak 2014.
Menurut Algooth Putranto, Pengamat Komunikasi Sekolah Pasca Sarjana Universitas Sahid alasan nazisme justru mengada-ada karena partai beraliran Neo-Nazi di Ukraina adalah cabang dari gerakan Neo-Nazi yang lahir dan besar di Rusia.





