Selama perjalanan menuju stasiun kereta kedua pasangan eh maaf kedua mantan pasangan ini saling mendiamkan, tak ada sepatah dua kata dari mereka yang keluar. Saat ini risha dan baga sedang duduk di kursi penunggu. Mata sembab risha tercetak jelas air mukanya tak bisa dijelaskan matanya menatap kosong ke depan. Sedangkan di sampingnya baga terlihat lebih banyak menunduk dan tak berani menatap mantan kekasihnya itu.
“Ga setelah semuanya berakhir aku mohon jangan pernah kamu berusaha komunikasi sama aku lagi, sejak semalam kamu memutuskan dengan sepihak kita sudah menjadi dua orang asing yang tak pernah saling kenal”. tutur risha dengan mata tetap kosong
“Aku tahu aku jahat bukan laki-laki yang bisa kamu banggakan, aku kalah dengan keegoisanku ini, tak apa jika maafku tak kau terima dan aku siap hidup dalam bayang bayang penyesalan akan dirimu risha”. ujar baga dengan penyesalan
Tak menunggu waktu lama kereta arah tujuan semarang telah berhenti, terlihat para penumpang mulai mengemasi barang dan segera naik ke kereta. Baga merangkul tasnya dan mengambil kopernya
“Ris aku pergi dulu kamu jaga diri baik-baik disini makan dengan teratur dan jangan kecapean”. ucap baga
“Setelah semuanya hilang adakah orang yang masih akan terlihat baik-baik saja?”
“Ris pliss aku juga gak mau semua ini tejadi tap..”
“TAPI APA?! kamu mau bilang gak bisa bantah omongan bunda kamu kan! pakai rasa timbal balik kamu sedikit ga, bisakah kamu mengutarakan isi hati kamu ke bunda kamu? cihh aku rasa kamu terlalu banci untuk mengungkapkan itu”




