Mereka menggunakan tagar #SaveSheikhJarrah dan #GazaUnderAttack dalam bahasa Inggris dan Arab.
Namun, saluran media sosial lainnya termasuk Twitter dan Instagram memblokir, memberlakukan batasan, membungkam suara mereka, dan menghapus akun ketika orang-orang Palestina menyuarakan penindasan yang sedang berlangsung.
(red/sindonews)





