Ambon Undercover: Geliat Prostitusi Online di Tengah Pandemi via Aplikasi MiChat

oleh -1,377 views

“Ibu dan bapak juga keluarga tidak tahu saya begini, mereka sibuk dengan urusannya masing-masing, jadi mungkin karena kurang kasih sayang dan perhatian orang tua, jadilah saya begini,” terangnya.

Dari hasil menjajakan tubuhnya, Sisca mengaku dapat menghasilkan pundi-pundi uang di atas Rp50 juta rupiah perbulannya. Uang sebanyak itu didapatkannya dari melayani 3 hingga 5 pria setiap harinya.

“Saya enggak hitung kalau sebulan dapat berapa, yang jelas lebih dari Rp50 juta. Tapi tidak semata-mata demi uang sih. Ya anggap saja senang-senang karena masih muda dan sebagai pelarian aja” ucapnya.

Diakui Sisca uang yang ia dapat biasanya digunakan untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari. Selain itu, Sisca merupakan tipikal perempuan yang gemar menggonta-ganti handphone dan punya hobby shoping, dan itu selalu dilakukan.

“Uangnya ya buat sehari-hari, kebetulan saya suka ganti-ganti handphone, jadi hampir setiap bulan saya beli handphone. Yang terakhir saya kemarin beli handphone harga puluhan juta, juga buat shoping dan kongkow bareng teman-teman,” ujarnya.

Baca Juga  Saldo Rp372 Miliar Menganggur, Ekonom Desak Pemrov Malut Bayar DBH Kabupaten/Kota

Prostitusi Aplikasi MiChat Sudah Berlangsung 6 Bulan

Sisca pun bercerita keluh kesahnya selama 6 bulan menjadi penyedia prostitusi online. Ia berkata, dirinya sering kali mendapat pria yang nyeleneh, dengan permintaan yang aneh-aneh dan juga sering kali di PHP (pemberi harapan palsu) di aplikasi Michat.

No More Posts Available.

No more pages to load.