Amnesty Desak Penyelidikan Kematian Aktivis Papua Filep Karma

oleh -0 Dilihat

Porostimur.com, Jakarta – Direktur Eksekutif Amnesty International Indonesia Usman Hamid menanggapi kematian mantan tahanan, Filep Karma, yang ditemukan tak bernyawa di Pantai Base G. Usman mengutarakan duka cita atas kematian Filep Karma.

“Kami berkabung atas berpulangnya tokoh pembela HAM Papua yang selama ini dikenal gigih menyuarakan keadilan dan kedamaian di Papua. Kami menyampaikan duka cita yang mendalam kepada keluarga,” kata Usman dalam keterangannya, Rabu (2/11/2022).

Usman mengklaim perjuangan Filep Karma telah menginspirasi banyak orang, termasuk kaum muda. Usman menyebut Filep sebagai tokoh yang tak gentar menghadapi ancaman.

“Kami sungguh kehilangan,” ujar Usman.

Atas meninggalnya Filep Karma, Amnesty mendesak jajaran lembaga penegak hukum dan HAM, untuk menyelidiki sebab musabab kematian mendiang. Ia meyakini penyelidikan ini penting untuk menjawab ada tidaknya indikasi tindak pidana atau pelanggaran HAM di balik kematian Filep Karma.

Baca Juga  Antar Surat Kepala Adat Manusela Saat Upacara HUT RI, Mahasiswa Pedalaman Seram Utara Ngaku Jadi Korban Rasisme Aparat

“Karena banyak aktivis yang vokal di Papua menjadi sasaran kekerasan. Terlebih mengingat sepak terjangnya sebagai tokoh panutan dalam membela hak asasi orang asli Papua,” ucap Usman.

Amnesty meminta adanya penyelidikan terhadap kematian Filep Karma dengan merujuk pada investigasi atas potensi kematian di luar hukum Kantor Komisaris Tinggi PBB untuk Hak Asasi Manusia tahun 2016 (Protokol Minnesota). Protokol ini menyebut bahwa pada kondisi kematian individu ataupun kelompok dalam sebuah kejadian, keluarga seharusnya dilibatkan dan diinformasikan dengan baik mengenai proses identifikasi.