Menurutnya, penyelesaian konflik tidak cukup hanya dengan pendekatan keamanan. Ruang komunikasi antarmasyarakat harus kembali dibangun agar ketegangan tidak berkembang menjadi persoalan yang lebih luas.
“Hentikan pertikaian dan letakkan semua senjata. Mari baku bicara, baku dengar, baku sayang, dan baku jaga. Tidak ada yang menang dalam konflik antarsaudara. Yang tersisa hanyalah korban, kesedihan, dan penyesalan,” tegasnya.
Jaga Lisabata, Patahuwe dan Maluku
Anos menegaskan, menjaga keamanan dan mewujudkan perdamaian bukan semata-mata tugas aparat keamanan. Seluruh elemen masyarakat memiliki tanggung jawab yang sama untuk mencegah konflik kembali membesar.
Ia berharap situasi di Lisabata dan Patahuwe segera kembali aman sehingga masyarakat dapat kembali menjalankan aktivitas sehari-hari dengan tenang, sementara anak-anak dapat kembali belajar tanpa dibayangi ketegangan.
Lebih dari itu, Anos berharap hubungan persaudaraan kedua negeri yang sempat terganggu dapat dipulihkan melalui komunikasi, rekonsiliasi dan semangat hidup orang basudara.
“Katong samua basudara. Mari jaga Lisabata, jaga Patahuwe, dan jaga Maluku sebagai rumah bersama yang aman dan damai. Kiranya TUHAN Yang Maha Kuasa melindungi kita semua,” pungkasnya.
(Keket)









