Antara Joget ‘Veronica’ dan Hilangnya Nurani Sosial Pemuda

oleh -175 views

Di sisi lain, konflik sosial di sejumlah daerah tetap menjadi ancaman laten. Entah dipicu kepentingan politik lokal, kesenjangan sosial, atau sisa-sisa konflik masa lalu yang belum sepenuhnya selesai. Dalam situasi seperti ini, kehadiran pemuda seharusnya menjadi penyeimbang—bukan pemicu, melainkan penjaga kewarasan sosial.

Namun yang terjadi justru sebaliknya.

Sebagian pemuda kini lebih akrab dengan algoritma daripada realitas. Lebih peka terhadap tren dibandingkan terhadap ketidakadilan. Lebih cepat merespons hiburan ketimbang persoalan kemanusiaan. Ruang digital memang dipenuhi kreativitas, tetapi kerap kehilangan arah dan makna.

Padahal, sejarah telah berkali-kali membuktikan: perubahan besar selalu lahir dari kesadaran pemuda. Dari keberanian untuk bersuara, dari kepekaan terhadap situasi, dan dari tekad untuk tidak sekadar mengikuti arus.

Pemuda bukan hanya generasi penerus. Mereka adalah pengontrol sosial—mata yang mengawasi, telinga yang mendengar, dan suara yang menyuarakan kebenaran ketika banyak orang memilih diam.

Baca Juga  Ini 8 Tren Kencan 2026 yang Perlu Kamu Tahu

Kontrol sosial tidak selalu berarti kritik yang keras. Ia juga hadir dalam bentuk kepedulian yang konsisten. Dalam keberanian untuk tetap sadar di tengah arus yang melalaikan. Dalam kemampuan membedakan mana yang sekadar hiburan, dan mana yang menyangkut masa depan bersama.

No More Posts Available.

No more pages to load.