Apa Itu Gaza Riviera, Resor Mewah di Atas Reruntuhan Gaza Impian Trump

oleh -307 views
Video AI yang diunggah Presiden AS Donald Trump tentang impian Gaza Riviera, di mana Jalur Gaza yang hancur berubah menjadi pantai mewah. Foto/Screenshot Truth Social Donald Trump

Listrik di Gaza hanya menyala rata-rata 3-4 jam per hari, sistem sanitasi kolaps, dan air bersih sulit diperoleh. Bagaimana mungkin sebuah “riviera” dibangun di atas reruntuhan seperti ini?

Ironisnya, sejumlah influencer pro-Israel sempat menyebarkan gambar rekayasa pantai Gaza yang tampak bersih, anak-anak bermain bola, dan restoran di tepi laut. Narasi ini digunakan untuk membantah bahwa Gaza dalam krisis, dengan retorika semacam: “Kalau Gaza begitu miskin, mengapa mereka punya restoran mewah di tepi pantai?”

Namun, analis media menilai ini sebagai propaganda visual yang terputus dari konteks. Foto-foto tersebut menggambarkan segmen kecil dan terbatas dari wilayah Gaza yang sesekali dibuka untuk umum—dan bahkan itu pun di bawah pengawasan ketat.

Baca Juga  Praktisi Hukum Soroti Rencana Utang Rp1 Triliun Pemprov Malut, Sebut Bukan Kebutuhan Mendesak

“Gaza Riviera” lebih cocok disebut sebagai proyek ilusi daripada visi masa depan. Ia adalah simbol dari kegagalan komunitas internasional memahami bahwa penderitaan di Gaza bukan sekadar soal ekonomi, tetapi juga soal keadilan politik dan hak asasi.

Sebagai istilah, “Gaza Riviera” adalah lelucon pahit—semacam mimpi pantai surgawi yang dijual dengan brosur penuh warna, namun berdiri di atas puing-puing, tangis anak-anak, dan blokade tak berujung.

No More Posts Available.

No more pages to load.