Tinggal cari figur calon presiden yang bisa dikendalikan. Calon presiden yang rela masuk gorong-gorong. Baru-baru ini ada gubernur yang rela nyemplung ke sungai yang penuh sampah di Sukabumi. Apalagi kalau bukan pencitraan. Gubernur rasa content creator ini mungkin ingin mengikuti jejak presiden yang bergelar raja tukang tipu.
Pendanaan nyapres? Gampang. Ada konglomerat alias kelompok orang-orang yang membuat rakyat melarat. Gadaikan harga diri dan kehormatan bangsa demi ambisi serakah kekuasaan. Anda bisa menang. Modalnya populer. Nyemplung ke sungai penuh sampah menjadi strategi menaikan popularitas dan mencari simpati publik.
Dugaan pendanaan biaya Pilpres terhadap calon presiden tertentu oleh konglomerat disertai dengan janji-janji tertentu sebagai bentuk pegadaian baru dalam politik. Menggadaikan Indonesia ke kelompok orang-orang yang membuat rakyat melarat.
Hal ini bisa dikonfirmasi ketika mencuatnya kasus pagar laut yang diduga kuat melibatkan Sugianto Kusuma. Populer Aguan. Salah satu konglomerat yang sering membuat rakyat melarat. Tanah rakyat dirampas. Laut disertifikasi. Hebatnya Aguan si konglomerat yang membuat rakyat melarat tak tersentuh hukum karena diduga ikut menjadi bohir calon presiden yang menang pemilu penuh misteri dan kontroversi.










