Trump berharap tekanan tersebut cukup untuk memaksa Maduro mundur tanpa mengambil tindakan militer langsung, menurut seorang pejabat AS.
Dalam sebuah pernyataan, pemerintah Venezuela menolak penetapan kartel tersebut sebagai organisasi teroris asing, menyebutnya sebagai “rekayasa yang konyol”.
“Manuver baru ini akan bernasib sama dengan agresi sebelumnya dan yang berulang terhadap negara kita: kegagalan,” lanjut pernyataan tersebut, yang dikutip CNN, Selasa (25/11/2025).
Trump telah menyatakan keterbukaannya terhadap resolusi diplomatik, dengan mengatakan pekan lalu bahwa Maduro “ingin berdialog” dan kemudian mengisyaratkan bahwa dia bersedia berbicara dengan pemimpin Venezuela “pada waktu tertentu”.
Maduro dan rekan-rekannya telah menghubungi Gedung Putih melalui sejumlah saluran, dan terdapat diskusi yang sedang berlangsung tentang seperti apa bentuk komunikasi antara kedua negara, menurut beberapa pejabat pemerintahan.
Salah satu opsi yang diajukan kepada Trump adalah mengadakan pembicaraan langsung antara dirinya dan Maduro, tetapi seorang pejabat mengatakan belum ada rencana.
Gedung Putih tidak segera menanggapi permintaan komentar media mengenai status potensi pembicaraan Trump-Maduro.











