Bahas Penanganan Covid-19, Bupati & Wakil Bupati Halsel Gelar Rapat Dengan Forkopimda

oleh -218 views
Link Banner

Porostimur.com | Labuha: Rapat Unsur Forkopimda dipimpin langsung oleh Bupati Halsel, H. Usman Sidik, kelaku Ketua Satuan Tugas Penanganan Covid-19 dan Wakil Bupati Hasan Ali Bassam Kasuba di ruang rapat Kantor Bupati, Lantai II Jalan Karet Putih, Kampung Makian, Kecamatan Bacan Selatan,Senin (31/5/2021)

Rapat digelar untuk membahas penanganan Corona Virus Disease (COVID-19) di Halsel, dihadiri oleh Dandim 1509 Labuha, Letkol Inf  Untung Prayitno, S.IP, M,Han; KBO Intel Ipda Sardi Yusup, S.Sos, mewakili Kapolres; Kasi Pidum Kejari Halsel, Risky Septa Kurniadi, SH; Sekda Halsel, Helmi Surya Botutihe, SE, MM, dan Kalak BPBD Halsel, Abdul Karim Latara, serta beberapa Kepala SKPD lainnya.

Dalam sambutannya sekaligus membuka rapat unsur Forkopimda Halsel, Usman Sidik menyampaikan bahwa, sesuai program 100 hari kerja, bupati menghimbau Tim Satgas lebih intens melakukan sosialisasi terkait penerapan protokol kesehatan dan meminta seluruh dinas terkait dalam hal ini Dinkes memaparkan data vaksin, anggaran dan fasilitas penanganan Covid-19, untuk mengambil langkah tegas dalam penangan Covid-19 karena ini sangat penting untuk pemulihan ekonomi masyarakat Halsel.

Baca Juga  PDI-P Dukung Lengkah Tegas Bupati Halsel Soal Penataan Birokrasi

“Saya masih menemukan banyak kekurangan penanganan Tim Satgas Covid-19 di lapangan seperti di jalan, di rumah sakit, bandara untuk pengawasan TKA, dan juga di tempat-tempat hiburan malam (cafe) masih ditemukan masyarakat yang tidak patut dengan protokol kesehatan,” ujar Usman.

“Kami akan menutup tempat hiburan malam (cafe) dan pastikan wanita penghibur yang ada di tempat hiburan malam akan dikembalikan ke tempat asalnya karena ditemukan ada satu yang positif corona dari hasil test,” imbuhnya.

Sementara itu, Dandim 1509/Labuha, Letkol inf Untung Prayitno, pada kesempatan tersebut ikut memberikan pandangan terkait penanganan Covid-19 di Halsel, khususnya Satgas Covid-19.

Dandim mengatakan sejauh ini, Satgas secara rutin melakukan penertiban penggunaan masker di jalan raya, tempat-tempat umum, tempat hiburan malam dan fasilitas tempat ibadah serta pasar.

Baca Juga  Bangun Sarana Ibadah, Anggota DPD RI ini Apresiasi Bupati Malra

“Tingginya angka posisi Covid-19 di Halsel, ini muncul dari calon pekerja pertambangan, Pekerja lokal dari luar Halsel, di situ baru ketahuan karena kalau masuk lokasi perusahaan tambang harus di swab test, dan Pulau Obi ini terkesan menjadi penyumbang terbanyak Covid-19 di Halsel,” katanya.

Dandim mengusulkan agar perlu dilakukan penyekatan titik masuk seperti bandara, pelabuhan serta memperketat pengawasan di pelabuhan kecil, karena tidak ada pemeriksaan selama ini.

Dalam rapat tersebut Kadis Kesehatan dan Kalak BPBD menyampaikan bahwa pihaknya membutuhkan Surat Edaran atau Instruksi dari Bupati yang kuat, agar bisa bersinergi saat bekerja dan di lapangan bisa terbantu atau pegangan yang kuat, untuk tegas di lingkup SKPD untuk melaksanakan vaksinasi karena masih banyak SKPD yang belum di Vaksin baru 19 persen sedangkan TNI Polri sudah 90 persen serta terkait anggaran transportasi dari BPBD sudah menganggarkan dana untuk 2 unit kendaraan dan satu unit speedboat dan menyarankan agar membentuk satgas khusus di wilayah Obi sehingga lebih efektif dalam penanganan Covid-19 di wilayah Obi

Baca Juga  Ingin Ekonomi Halsel Unggul, Bupati Usman Sidik Sambangi Dirjen Perdagangan Dalam Negeri

Kaitan dengan penanganan Covid-19 Halsel untuk sementara Bupati H.Usman Sidik akan mempelajari dahulu seluruh data terkait dengan penanganan covid-19 dan akan melaksanakan rapat evaluasi ulang untuk langkah strategis selanjutnya yang akan diambil untuk memutuskan mata rantai Covid-19 di wilayah Halsel. (adhy)

No More Posts Available.

No more pages to load.