Fase ini fokus pada pemilihan teknologi lisensor likuefaksi dan teknologi penggerak turbin gas, yang keduanya menjadi elemen penting untuk mempercepat keseluruhan tahapan desain rekayasa awal (FEED). Tahap penting untuk memastikan kesiapan dan kesesuaian jadwal pengembangan untuk realisasi proyek secara tepat waktu.
Hasil dari fase ini akan menjadi dasar teknis dan komersial untuk pelaksanaan FEED lanjutan dan memastikan integrasi teknologi likuefaksi yang canggih guna mengoptimalkan kinerja dan keandalan.
Kepala Satuan Kerja Khusus Pelaksana Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi (SKK Migas) Djoko Siswanto mengatakan, inisiasi FEED ini menjadi sinyal positif bagi pengembangan Lapangan Abadi. Apalagi, blok Masela masuk dalam salah satu Proyek Strategis Nasional (PSN) karena peran vitalnya dalam mendukung ketahanan energi nasional.
“Tahap ini penting untuk memastikan kesesuaian desain teknis terhadap kebutuhan komersial dan lingkungan, sekaligus menjadi langkah awal untuk mengakselerasi keseluruhan jadwal FEED,” kata Djoko dalam keterangan tertulisnya, dikutip Kamis (10/4/2025).
Djoko mengatakan, inisiasi ini diharapkan menjadi fondasi kuat untuk segera disepakatinya Perjanjian Jual Beli Gas (PJBG) menuju Final Investment Decision (FID) di tahun depan. Ia menargetkan proyek ini onstream tahun 2030.









