Porostimur.com, Karawang – Laporan terbaru Global Energy Monitor (GEM) berjudul “Bright Side of the Mine: Solar’s Opportunity to Reclaim Coal’s Footprint”, Indonesia menduduki peringkat kedua global untuk potensi pengembangan energi surya di lahan bekas tambang dan area tidak terpakai, dengan perkiraan kapasitas mencapai 59,45 gigawatt (GW).
Meskipun memiliki potensi yang sangat besar, Indonesia baru merencanakan pengembangan energi surya sebesar 600 megawatt (MW) di lahan bekas tambang.
Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) berencana diversifikasi hilirisasi ke sektor perikanan dan perkebunan untuk delapan tahun ke depan dengan memanfaatkan lahan eks-tambang di Maluku Utara (Malut).
“Nah untuk Maluku Utara lewat proyek ini, pada tahun kedelapan atau kesembilan mereka akan melakukan proses untuk membangun pusat ekonomi baru di sektor perikanan dan perkebunan dengan memanfaatkan lahan-lahan eks tambang,” ucap Menteri ESDM Bahlil Lahadalia dalam Groundbreaking Proyek Ekosistem Industri Baterai Kendaraan Listrik Terintegrasi Konsorsium ANTAM-IBC-CBL di Kawasan Artha Industrial Hills (AIH), di Karawang, Jawa Barat, Minggu (29/6/2025).
Dengan demikian, ketika aktivitas pertambangan selesai, perputaran ekonomi di Maluku Utara tetap terus berjalan.










