Untuk wilayah Kecamatan Ibu Utara dan Ibu Selatan, banjir merusak empat rumah warga, satu gudang kopra, serta satu bangunan pasar ikan. Selain itu, sebanyak 127 kepala keluarga (KK) rumahnya terendam namun masih dinilai layak huni.
“Di Ibu Selatan, banjir merusak satu rumah makan dan satu rumah warga, sedangkan di Ibu Utara dua rumah hanyut atau hilang akibat banjir,” ungkap Teguh.
Longsor di Loloda Tengah, Dua Warga Meninggal
Dampak terparah terjadi di Kecamatan Loloda Tengah. Tanah longsor mengakibatkan 17 rumah rusak berat, dua warga meninggal dunia, dan tiga orang mengalami luka-luka.
AKBP Teguh menyebut, meski kondisi banjir di sebagian wilayah mulai surut, aparat masih fokus pada proses evakuasi dan pemulihan.
“Secara umum kondisi banjir sudah mulai surut. Saat ini fokus kami adalah evakuasi korban serta langkah-langkah pemulihan. Kami juga akan menggelar rapat bersama Forkopimda Halbar untuk menentukan status bencana,” katanya.
Akses Terputus, Data Masih Sementara
Kapolres menjelaskan, angka 2.700 warga yang dievakuasi masih bersifat sementara. Pendataan belum sepenuhnya rampung karena beberapa desa belum dapat dijangkau akibat putusnya sejumlah jembatan.
“Ada beberapa jembatan yang tidak bisa dilalui. Kami sudah menurunkan personel untuk membantu evakuasi dan mengimbau warga agar tidak melintasi jembatan yang rusak,” ujarnya.









