Banteng Vs Celeng

oleh -443 views

Adapun Puan Maharani, putri mahkota yang digadang-gadang oleh sang ibunda untuk maju pada pilpres 2024, masih tetap macet di posisi bawah, dengan perolehan angka nol koma atau satu koma.

Berbagai cara dan upaya sudah dilakukan untuk mendongkrak dan mendorong Puan. Baliho-baliho sudah dipasang di seluruh Indonesia. Proteksi penuh sudah diberikan oleh partai dan ibunda.

Ancaman keras sudah dilontarkan kepada kader yang berani membelot, tetapi toh Puan tetap macet di papan bawah.

Ibarat klasemen kompetisi sepak bola, Puan berada di zona degradasi dan sangat sulit untuk bisa diselamatkan. Seperti logo PDIP yang menggambarkan sapi gemuk dalam lingkaran, sulit dan berat sekali mendorong Puan untuk bisa naik ke papan tengah, apalagi papan atas.

Bambang Pacul tetap yakin bahwa pada saatnya nanti Puan masih bisa didorong. Maklum, Pacul memang pendukung berat Puan.

Baca Juga  Pertamina Naikkan Harga BBM Nonsubsidi, Pertamax Turbo Tembus Rp19.400 per Liter

Namun, bagi kader banteng yang lain, bahan baku Puan dianggap sulit untuk diolah menjadi paket yang layak jual. Karena itu, banyak kader banteng yang nekat menyeberang kepada Ganjar dan berani mengambil risiko dicelengkan.

Munculnya celeng di kandang banteng bukan fenomena baru. Sudah banyak kader banteng yang membelot dan memilih menjadi celeng dan mendirikan partai baru.

No More Posts Available.

No more pages to load.