Banteng Vs Celeng

oleh -445 views

Eros Djarot adalah orang dekat Megawati yang menemaninya dalam perjuangan melawan Orde Baru. Belakangan, setelah PDIP lahir dan menjadi partai besar, Eros merasa kecewa terhadap partai. Eros pun mengundurkan diri pada 2002.

Eros kemudian membentuk Partai Nasionalis Bung Karno (PNBK) yang kemudian diubah menjadi Partai Nasionalis Banteng Kemerdekaan. Para kader banteng pendukung PNBK langsung dipecat dan dijadikan celeng.

Partai ini sempat tumbuh lumayan besar di beberapa daerah, tetapi kemudian menghilang dan mati.

Kader banteng Roy BB Janis juga membelot dan mendirikan Partai Demokrasi Pembaruan (PDP) pada 2005. Namun, partai itu layu sebelum berkembang dan kemudian mati. Logo PDP lebih terlihat seperti sapi kurus yang tinggal tulang belulang, berbanding terbalik dengan sapi gemuk yang menjadi logo PDIP.

Salah satu kader terbaik PDIP yang membelot adalah Sophan Sophiaan. Ia politisi cum aktor andal. Reputasinya bersih dan jujur. Sama dengan Eros Djarot, Sophan membelot dan mengkritik keras kepemimpinan Mega.

Baca Juga  Sikapi Potongan Vidoe Ceramah Jusuf Kalla, PP GMKI Imbau Kader Taat Aturan Organisasi

Bedanya dengan Eros, Sophaan tidak membentuk partai baru. Ia memilih mengundurkan diri.

Itu hanya sebagian saja dari kisah para banteng yang beralih rupa menjadi celeng. Persaingan internal partai selalu mewarnai kiprah parpol di mana pun.

No More Posts Available.

No more pages to load.