Belajar dari Filipina, Mewaspadai Kembalinya Otorianisme Orde Baru Pascapilpres 2024

oleh -529 views

Bayang – bayang tenggelamnya demokrasi di Filipina ditandai dengan Kemenangan Marcos Jr., dalam pemilihan presiden tahun 2022 merupakan kembalinya dinasti Marcos yang kontroversial. Kampanyenya diwarnai dengan misinformasi dan nostalgia untuk masa “kejayaan” di bawah pemerintahan ayahnya. Banyak pemilih muda, yang tidak merasakan langsung kekejaman rezim Marcos Sr., terbujuk oleh janji-janji persatuan dan kemajuan ekonomi.

Bongbong Marcos memanfaatkan citra ayahnya untuk meraih dukungan. Kampanyenya berfokus pada nostalgia masa lalu dan janji-janji untuk membawa kembali “masa kejayaan” Filipina. Dia juga berhasil menarik dukungan dari kelas menengah dan atas, yang tergoda dengan janji stabilitas dan pertumbuhan ekonomi.

Kemenangan Marcos Jr. menimbulkan kekhawatiran di kalangan aktivis demokrasi dan organisasi HAM. Mereka khawatir bahwa kembalinya dinasti Marcos akan mengantarkan Filipina kembali ke masa otoriter dan meniadakan kemajuan demokrasi yang telah diraih selama bertahun-tahun.

Baca Juga  Ditangkap Saat Pesta Sabu, Ajudan Wabup Buru dan Tiga Oknum Polisi Jalani Rehabilitasi

Sejarah kelam rezim Marcos Sr. masih membekas di benak banyak orang Filipina. Masa pemerintahannya (1965-1986) diwarnai dengan pelanggaran hak asasi manusia, korupsi, dan nepotisme. Ribuan orang dibunuh, disiksa, atau dipenjara tanpa proses hukum. Kekayaan negara dijarah oleh keluarga Marcos dan kroninya.

No More Posts Available.

No more pages to load.