Kalau dulu nelayan kami malas malasan karena tidak ada tempat penjual/tampung ikan yang terpadukan makah di hari ini kita patut bersyukur kepada Tuhan yang Maha Esa dimana telah menjawab doa kita semua sehingga pelabuhan perikanan Tiakur SKPT Moa bisa menjadi pusat bisnis kelautan dan perikanan terpadu mulai dari hulu hingga ke hilir, bahkan KKP RI juga telah mengusulkan agar hasil Perikanan kita dapat langsung di expor melalui pelabuhan perikanan Tiakur SKPT Moa ke luar wilayah MBD. Tanpa harus ke kota Ambon dulu.” tuturnya.
Selanjutnya.” Bupati menegaskan kepada semua Pimpinan OPD agar dapat bekerja sama membersihkan area pantai Tiakur karena di pantai masih ada Spit Pemda yang sudah rusak dan masih terparkir di lokasi pembangunan Pelabuhan Perikanan Tiakur SKPT Moa. Kalau tidak dibershikan atau dipindahkan makah dapat menghambat proses pembangunan yang dilakukan oleh Kontraktor PT. Citra Arya Persada KSO PT. Pilar Dasar Membangun,” pungkasnya. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News









