Porostimur.com, Padang – Viral di media sosial mengenai kasus pelecehan dan rudapaksa yang dilakukan seorang dosen berisial KC yang mengajar di Universitas Andalas (Unand), Padang, Sumatera Barat.
Korban adalah sembilan orang mahasiswinya sendiri yang dipaksa melakukan tindak asusila di bawah ancaman.
KC kini telah dinonaktifkan sementara pendampingan terhadap korban dan penyelidikan terus dilakukan.
Adapun kasus ini viral setelah diunggah akun @infounand pada Rabu (21/12/2022).
Akun Instagram tersebut membagikan rekaman suara yang sudah disamarkan berdurasi 1,39 menit.
Pada tayangan tersebut dibeberkan pula kronologi kejadian di mana korban yang disebut sebagai X, bertamu ke rumah dinas KC.
Setelah rekan-rekannya pulang, X masih tinggal lantaran hendak meminta izin tak bisa menghadiri perkuliahan wajib.
Namun, KC tak bersedia memberikan izin dan mengancam tidak akan meluluskan korban di mata kuliah yang diampu.
Ia lantas meminta syarat untuk mencium korban yang lantas dilakukannya berulang kali hingga akhirnya korban bisa pergi dari lokasi kejadian.
“Sungguh sangat sangat bejad dan tak layak menjadi pengajar. Dengar semua isi rekaman barang bukti secara full bener-bener bikin nyesek, ga nyangka dan bikin geram, marah, emosi campur aduk,” tulis @infounand.











