Biro Hukum Setprov Maluku gelar MMF Art Champ 2019

oleh -44 views
Link Banner

@Porostimur.com | Ambon : Maluku Mural Festifal (MMF) 2019 yang dikemas dalam Art Champ, merupakan wadah sosialisasi dan menyebarluaskan isu akan Hak Asasi Manusia (HAM) kepada masyarakat.

Art Champ sendiri merupakan eksebisi ketiga yang diusung Biro Hukum dan HAM Sekretariat Provinsi (Setprov) Maluku yang digelar di Pattimura Park, Kamis (9/5) hingga Sabtu (11/5).

Sementara eksebisi pertama dalam bentuk lukisan digelar di SMA Swasta Kristen (SMAKris) YPKPM Ambon 25-27 Maret 2019.

Eksebisi kedua digelar pada beberapa titik di Kota Ambon tanggal 22-25 April lalu, di pusat Kota Ambon, Paradise Tengah, Jalan Anthoni Reebok, Tanah Tinggi, Gang Pos dan Jalan dr. Kayadoe.

MMF Art Champ ini diikuti sejumlah seniman baik itu musisi, penyair, penari dan pelaku ekonomi kreatif yang berasal dari kota Ambon, Kabupaten Maluku Tengah (Malteng) dan Kabupaten Maluku Tenggara (Malra).

Baca Juga  Tips Rambut Tetap Wangi dan Sehat Meski Sering Pakai Helm

Saat berhasil dikonfirmasi wartawan, Wakil Gubernur Maluku, Barnabas Orno, mengapresiasi Biro Hukum Sekretariat Provinsi (Setprov) Maluku yang menyelenggarakan even ini setiap tahunnya, maupun para pendukung yang turut mensponsori kegiatan dimaksud.

”Pemda tentu sangat mengapresiasi dan berterima kasih, karena sudah melaksanakan dan turut mendukung kegiatan ini,” ujarnya.

Art Champ MMF ini, harapnya, bisa membantu pemerintah dalam menyebarluaskan HAM melalui seni dan budaya.

Terpisah, Kepala Biro (Karo) Hukum Setprov Maluku, Hendrik Far-Far, menegaskan bahwa Biro Hukum menyusun program yang merujuk pada strategi pembangunan Hukum dan HAM Di Maluku.

Menurutnya, kegiatan dimaksud antara lain melaksanakan diseminasi atau penyebarluasan HAM yang bertujuan, meningkatkan kesadaran masyarakat tentang HAM khususnya hak asasi sosial budaya.

Baca Juga  Kota Ambon Kembali Raih Penghargaan SAKIP

Melalui even ini, tegasnya, masyarakat diharapkan semakin peduli dan memahami serta mendapat bekal yang memadai dalam mengiplementasi aksi HAM secara efektif dan efisien, serta dapat mengetahui kebutuhan mendasar dan aktual terkait hak asasi masyarakat hukum adat itu sendiri.

”Didasari pemikiran inilah maka pemprov Maluku dalam hal ini Biro Hukum dan HAM bersama komunitas seniman maluku kanvas alifuru melaksanakan MMF yang memgangkat beberapa isu yaitu penghormatan terhadap hak adat dan HAM berbasis seni budaya,” tegasnya.

Ditambahkannya, diselenggarakannya MMF tiap tahun terbukti sukses mendatangkan output, bukti sektoral yaitu peningkatan kesadaran masyarakat tentang HAM serta mamfaat pada sektor budaya, parawisata di Maluku.

”Even ini juga bertujuan meningkatkan pemahaman dan pengetahuan masyarakat tentang HAM berbasis seni budaya, meningkatkan kesadaran dan kepedulian masyarakat Maluku dan pemerintah, tentang pentingnya seni dalam kehidupan sosial, budaya, keparawisataan, ekonomi kerakyatan dan kepemudaan serta memberdayakan potensi pelaku seni rupa dan ekonomi kreatif di Maluku,” pungkasnya. (keket)