BMKG Dukung Maluku Tingkatkan Mitigasi Hadapi Potensi Gempa Bumi dan Tsunami

oleh -1 Dilihat

“Saya optimistis, apabila jalur evakuasi dan rambu tersedia dengan baik, ada tempat evakuasi memadai, masyarakat sering dilatih evakuasi, bangunan-bangunan menerapkan building code, maka jumlah korban jiwa dan kerugian akibat bencana dapat diminimalisir,” tambah dia.

Sementara itu, Kepala Pusat Gempa dan Tsunami BMKG Bambang S Prayitno menyebut, Indonesia termasuk Kepulauan Maluku adalah wilayah rawan gempa bumi dan tsunami karena merupakan pertemuan antara Lempeng Pasifik dan Lempeng Australia.

Dikatakan, sejarah gempa kepulauan yang terkenal dengan rempah-rempahnya ini cukup panjang. Berdasarkan catatan Catalogue of Tsunamis on the Western Shore of the Pacific Ocean (1974) disebutkan bahwa antara tahun 1600 hingga 2015, terdapat lebih dari 85 peristiwa gempa dan tsunami di Maluku.

Baca Juga  Brimob Maut Masias Siahaya Divonis 10 Tahun Penjara atas Kematian Aryanto Tawakal

Sedangkan menurut Katalog Tsunami BMKG, dalam rentang waktu 1600-an hingga tahun 2006 telah terjadi 45 kali kejadian tsunami. “Fakta ini menjadi alarm bagi kita semua, terutama pemerintah daerah untuk menyiapkan upaya mitigasi lebih serius,” imbuhnya.

Bambang menuturkan, masyarakat pesisir Maluku harus dibekali pengetahuan yang cukup mengenai ancaman bahaya gempa dan tsunami. Tentang bagaimana cara menghindar, mengantisipasi hingga bagaimana mereka dapat pulih kembali dan bisa hidup harmoni dengan bencana.