“Kami melakukan sosialisasi di lingkungan pendidikan, instansi pemerintah, BUMN, hingga sektor swasta. Sebanyak 121 warga mengikuti pelatihan lifeskill, dan telah terbentuk 812 penggiat anti narkoba,” jelas Taryono.
BNNP Maluku Utara juga melakukan tes urine di 12 instansi sebagai bagian dari upaya deteksi dini penyalahgunaan narkotika.
Perang Melawan Narkoba Berbasis Kemanusiaan
Taryono menegaskan bahwa pemberantasan narkoba tidak semata soal penangkapan pelaku, tetapi juga soal menjaga masa depan generasi bangsa.
“Mengungkap dan menangkap pelaku narkoba adalah kebanggaan, tetapi mencegah penyalahgunaan narkoba adalah sebuah kemuliaan,” tegasnya, merujuk pada tagline BNN RI War on Drugs for Humanity.
Menurutnya, tantangan pemberantasan narkotika ke depan semakin kompleks seiring perubahan pola peredaran dan jaringan lintas wilayah. Karena itu, ia menekankan pentingnya sinergi lintas sektor untuk mewujudkan Maluku Utara Bersih dari Narkoba (Bersinar).
Menjelang perayaan Natal 2025 dan Tahun Baru 2026, BNNP Maluku Utara turut mengimbau masyarakat agar menjauhi narkotika dan turut berperan aktif dalam menjaga lingkungan dari ancaman penyalahgunaan narkoba. (red)
Simak berita dan artikel porostimur.com lainnya di Google News
Ikuti yang terbaru di WhatsApp Channel porostimur.com









