Mengapa Papua mengakui Nuku dan Tidore sebagai bagian dari hidup mereka?. Karena Nuku dan Tidore mengajarkan keadilan dan persamaan hak dan kewajiban. Pertalian ini bahkan berujung pada keikhlasan Nuku membiarkan orang orang Papua memeluk agama Kristen. Frans Maniagasi dalam catatannya berjudul “Perahu Layar Sultan Tidore dan Penyebaran Injil di Papua” menyebut kontribusi Sultan Nuku dan Tidore sangat berpengaruh pada kemajuan peradaban dan budaya orang Papua. Sebagai Sultan dengan kekuasaan besar dan berbasis Islam, Nuku telah menunjukan sikap kenegarawanannya dengan menyediakan sebuah perahu layar untuk dua misionaris asal Jerman, Carl W. Ottow dan Johan G. Geisler. Tanggal 5 Februari 1885, Ottow dan Geisler tiba di Mansinam (Manokwari) dan atas ijin Nuku, mereka memulai Pekabaran Injil.
Revitalisasi budaya antara orang Tidore dan Papua juga tercermin dalam pertukaran anak bangsa. Di Tidore, ada sebuah kampung yang penghuninya mayoritas berasal dari Papua. Kampung Bobo namanya. Selama ini, kita terlalu sering melakukan pendekatan keamanan atas nama negara untuk rakyat di daerah “terluar”. Sudah saatnya pola ini berganti dengan pendekatan kesejahteraan dan keadaban. Mencontohlah pada apa yang dilakukan Sultan Nuku lebih dari seabad silam.




