Sebagai pengingat, kata Papua adalah istilah umum bernada peyoratif yang diberikan begitu saja oleh Belanda yaitu Papuase Zeerovers. Diskripsi orang Belanda tentang orang Papua lebih cenderung merendahkan terutama yang berkaitan dengan fisik dan karakter. Istilah orang Papua pada abad 17 dan 18 dalam amatan Gerrit Knaap mengutip A. Haga dalam Nederlandsch Nieuw Guinea En De Papoesche Eilanden, tidak hanya merujuk pada orang Papua dan Raja Ampat tetapi meluas juga pada subyek subyek di Tidore, Halmahera dan Gamrange.
Jika hari hari ini, kata monyet dan makian rasialis lainnya ditujukan untuk saudara saudara kami di Papua, sejatinya kalian juga sedang menghina kami. Dan karena kalian sama dengan Belanda yang merendahkan dan menghina kemanusiaan maka kami melawan!. Dalam “Bumi Manusia”, Pramoedya Ananta Toer memberi sebuah penanda “Kalau kemanusiaan tersinggung, semua orang yang berperasaan dan berpikiran waras ikut tersinggung. Kecuali orang gila dan orang yang berjiwa kriminal, biarpun dia sarjana.”
======
Asghar Saleh: Adalah Direktur LSM Rorano Maluku Utara, pemerhati sosial dan pegiat literasi




