Sejak direlokasi, klub tersebut berkembang pesat. Infrastruktur sepak bola mulai dibangun, pemain direkrut dari berbagai daerah, dan dukungan pemerintah daerah terhadap pengembangan olahraga semakin terlihat.
Bagi banyak masyarakat, kehadiran Malut United menjadi simbol kebangkitan sepak bola Maluku Utara yang selama ini berada di pinggiran peta sepak bola nasional.
Namun di sisi lain, kemunculan proyek sepak bola besar yang didukung oleh modal industri ekstraktif juga memunculkan diskusi kritis tentang hubungan antara investasi olahraga dan bisnis pertambangan di daerah yang sama.
Jejak Bisnis Tambang dan Kasus Korupsi AGK
Nama David Glen Oei juga muncul dalam pengembangan perkara korupsi yang menjerat mantan Gubernur Maluku Utara, Abdul Gani Kasuba.
Kasus tersebut ditangani oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) yang menetapkan Abdul Gani Kasuba sebagai tersangka dalam perkara suap, gratifikasi, serta dugaan tindak pidana pencucian uang terkait proyek dan perizinan di lingkungan Pemerintah Provinsi Maluku Utara.
Dalam proses penyidikan, sejumlah pihak dari sektor swasta ikut diperiksa sebagai saksi, termasuk David Glen Oei, terkait penelusuran aliran dana dan proses penerbitan izin usaha pertambangan.
Kasus tersebut memperlihatkan bagaimana tata kelola perizinan tambang di daerah kaya sumber daya seperti Maluku Utara sering kali bersinggungan dengan kepentingan politik dan ekonomi.









