Bola Panas Amandemen UUD 1945, Benarkah Kaum Oligark Paling Nafsu?

oleh -58 views
Link Banner

Jakarta, law-justice.co – Direktur Eksekutif PARA Syndicate, Ari Nurcahyo, melihat tidak ada jaminan amandemen UUD 1945 hanya beragendakan menghidupkan Pokok-pokok Haluan Negara (PPHN).

“Ada kerumitan, apa iya benar-benar kotak pandora enggak dibuka, apa iya hanya PPHN saja?” kata Ari, dikutip Ahad (22/8/2021)


Pertanyaan itu semakin menguat, menurut Ari, apalagi kini terjadi penguatan oligarki, hegemoni kekuasaan transnasional, hingga lemahnya kontrol kekuasaan.

“Nah, ketika oligarki begitu kuat tanpa intervensi, tanpa kontrol, tanpa kekuatan penyeimbang, apalagi diikuti pelemahan demokrasi, kontrol yang sehat dari publik tidak ada. Apakah kita berani menyerahkan amandemen kepada penguatan oligarki hegemoni. Itu sangat berisiko menjadi bola liar,” beber Ari.


Lebih lanjut, Ari mengamini dan sepakat konstitusi bersifat dinamis. Tetapi, melakukan perubahan di kondisi krisis dan kritis itu sama saja menyerahkan republik pada stabilitas baru.

Baca Juga  Doni Monardo, Kepala BNPB Diduga Korupsi Alat Tes Covid?

Ditegaskan Ari, amandemen UUD memang perlu, tetapi kondisinya saat ini tidak tepat dan sebuah risiko besar jika melakukan amandemen. Sehingga, perlu ada jawaban tegas apa jaminan Amandemen UUD 1945 tak melebar.

“Sehingga pertanyaan kunci apa jaminannya bahwa amandemen tidak akan membuka kotak pandora, bagaimana mencegah amandemen tidak menjadi bola liar politik,” tanya Ari.


Hadir dalam diskusi tersebut Peneliti Formappi, Ray Rangkuti dari LIMA Indonesia dan Aditya Perdana dari Puskapol UI.

(red/law-justice.co)