Tuamain menambahkan, boss dock telah memerintahkan agar kapal yang sedang berlabuh didepan Mardika segera keluar.
“Kapal sabuk 34 ini posisi lagi dock, kplx sdh turun dari galangan dock.cuma masih berbaikan mesin Induk dan mesin bantu . Jadi semntara kapalx sandar di dermaga docknya. Sambil perbaikan mesin. Sementara BOs docknya suruh kapal cepat2 keluar berlabuh di depan mardika, jadi kemarin sore dia panggil Kep turun ke darat. Trus dia tanya kenapa kpl blm keluar .kep jawab mesin belum jadi msh perbaikan.langsung dia pukul om ,” tulis Eli Paklioy Tuamain.
Penelusuran porostimur.com di akun facebook Tuamain menemukan gambar KM. Sabuk Nusantara 34 memang sedang sandar di dermaga Dok Tawiri. Gambar ini diposting oleh Tuamain tiga hari lalu.

Berbeda dengan keterangan yang diunggah Tuamain, salah satu facebooker dengan nama akun Nyong Halat justru mengunggah komentar berbeda.
Di kolom komentar facebook Tuamain, Nyong Halat menulis “Bt hanya mau menjelaskan saja..yang memukul korban bukan pa Alpret,,anak buah pa Alpret karna..Korban mau memukul Pa alpret,anak buah pa Alfret lia,lansung anak buah pa Alfret yang memukul Korban..bukan pa Alfret..Mohon untuk di mengerti..🙏🙏🙏”
Hal senada juga disampaikan oleh akun bernama Bung Ewa. Dalam komentarnya yang cukup panjang, Bung Ewa menulis komentar seperti berikut:





