Bahkan di beberapa daerah, dengan dunia usaha yang sudah eksis di daerahnya sekalipun, kepala daerahnya tak mampu berkomunikasi dan berkolaborasi untuk menyelesaikan berbagai masalah yang penyelesaiannya semestinya berada di tangan mereka, sehingga dunia usaha yang sudah ada sangat kesulitan untuk berkembang.
Pendeknya, taruhan dari Pilkada yang terus-menerus dikonstruksikan di dalam lingkaran setan yang sama setiap lima tahun sangatlah besar.
Masa depan ekonomi ratusan juta penduduk Indonesia bisa terhalang oleh kapitalisasi moralitas Pilkada kita.
Sulit bagi saya membayangkan Indonesia Emas 2045 dalam kacamata Pilkada serentak kita nanti. Sangat sulit.
sumber: kompas.com









