Buah Pahit Pilkada yang Hanya Sekadar Masalah “Uang”

oleh -387 views

Dan memang itu lah wajah Indonesia dan wajah Pilkada kali ini. Nyaris tidak berubah dibanding Pilkada-Pilkada terdahulu.

Sepanjang pengamatan saya di beberapa daerah yang saya kunjungi dalam setahun terakhir, penampakan political behaviour yang hampir sama adalah penampakan dominan, mulai dari level grass root sampai kepada elite-elitenya.

Hampir semua kepala daerah yang baru memenangkan pertarungan mendapat banyak ocehan positif di tahun pertama, mungkin juga tahun kedua. Namun selanjutnya cerita akan pelan-pelan berubah di tahun selanjutnya.

Pesimisme mulai muncul. Lalu mendorong kandidat lain untuk menjadi tandingannya.

Namun kemudian pada praktiknya, baik kandidat petahana maupun tandingannya, justru akan kembali terjebak ke dalam hitung-hitungan yang sama, yakni kalkulasi jumlah uang dan jumlah suara saja.

Baca Juga  Kapal Induk Terbesar AS USS Gerald R. Ford Ditarik dari Timur Tengah

Padahal risikonya sudah dirasakan sejak bertahun-tahun lalu. Di beberapa daerah yang saya kunjungi, misalnya, bahkan kepala daerahnya justru tak mampu mendefenisikan apa yang ingin ia lakukan untuk daerahnya, selain apa yang ingin ia lakukan untuk mengembalikan dana yang telah ia keluarkan di dalam Pilkada sebelumnya.

Di sebagian daerah lain, kepala daerahnya tidak mampu membangun hubungan baik dengan dunia usaha, sehingga investasi sangat sulit didatangkan.

No More Posts Available.

No more pages to load.